Mengkendek, Humas IAKN Toraja ---- Suasana penuh syukur dan sukacita menyelimuti pelaksanaan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri Toraja Periode I Tahun 2026 yang digelar di Aula Bukit Kasih, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting dari tingkat nasional maupun daerah yang turut memberikan sambutan serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama.
Sebanyak 141 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri dari 131 lulusan S1, 10 lulusan S2, dan 1 lulusan S3, sebagai bukti komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.
Kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Daniel Ronda, M.Th., dilanjutkan dengan laporan panitia oleh Andarias Tandi Sitammu, M.Th. selaku Ketua Panitia.
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Dr. Agustinus, M.Th. menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan keluarga atas perjuangan yang telah dilalui. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan lintas denominasi gereja sebagai bagian dari transformasi menuju universitas yang inklusif dan berdaya saing. Rektor juga menekankan nilai “MAELO” sebagai semangat kebaikan dan keindahan dalam kehidupan, serta mengajak para lulusan menjadi agen perdamaian yang menjaga moderasi beragama di tengah masyarakat.
Berbagai pesan inspiratif turut disampaikan oleh para tokoh yang hadir. Pdt. Yusuf Pailing, S.Th. dari Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) mengingatkan bahwa wisuda adalah awal panggilan untuk hidup setia kepada Tuhan. Sementara Pdt. Jery Tiwa, M.Th. dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik dan karakter dalam menghadapi dunia nyata.
Dari unsur pemerintah daerah, Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto Laso' Paundanan, S.H., M.H. yang mengajak para lulusan untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk menjaga kebersihan dan keindahan sebagai destinasi wisata.
Pesan mendalam juga disampaikan oleh Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., yang mengajak wisudawan untuk menghormati orang tua, khususnya ibu yang memiliki peran besar dalam perjalanan hidup dan keberhasilan anak. Ibu digambarkan sebagai sumber “air kehidupan” yang penuh pengorbanan, doa, dan kasih yang tulus. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak lepas dari dukungan orang tua, sehingga para lulusan diharapkan membalasnya melalui perhatian, kasih, dan tindakan nyata.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjunjung nilai integritas, kejujuran, dan etika dalam berkomunikasi, serta membangun profesionalisme dengan terus belajar dan beradaptasi terhadap perubahan (semangat belajar sepanjang hayat). Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa ilmu harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan landasan iman, tanggung jawab kepada Tuhan, dan kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd. menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan hasil dari proses panjang yang harus dilanjutkan dengan pengabdian nyata. Ia juga mendorong lulusan untuk menjadi agen perubahan di tengah tantangan era digital.
Pesan kebangsaan turut disampaikan oleh H. Rusdi Idrus (mewakili Dewan Syuroh PP GPN sulsel), yang menekankan pentingnya menjaga toleransi, menolak ekstremisme, serta bijak dalam menggunakan media sosial dan teknologi.
Wisuda ini menjadi momentum penting bagi IAKN Toraja dalam meneguhkan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, beriman, serta siap menjadi terang dan berkat bagi dunia.
Dokumentasi : Rusdin
Narasi & Editor : Rusdin & AR.