Makassar, Humas IAKN Toraja – Komitmen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja dalam mendukung perlindungan anak dan penguatan kapasitas pendidik kembali diwujudkan melalui kontribusi dosen pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dosen Program Studi Psikologi Kristen pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) IAKN Toraja, Gabriella Gasing Allo Linggi, M.Psi., Psikolog, dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Go–emBrace–loVe: Kasih Kristus dalam Pelayanan Guru Sekolah Minggu yang diselenggarakan oleh Komisi Perlindungan Anak dan Advokasi Gereja Toraja (KPAA).
Kegiatan yang berlangsung pada 28–31 Mei 2026 di Makassar ini melibatkan para Guru Sekolah Minggu dan pelayan anak Gereja Toraja, serta menghadirkan Tim Bonafide sebagai mitra narasumber dan pendamping. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas para pelayan anak dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang aman, ramah anak, dan berlandaskan nilai-nilai kasih Kristus.
Dalam kesempatan tersebut, Gabriella Gasing Allo Linggi membawakan materi bertajuk "Perspektif Psikologi Pendidikan terhadap Kekerasan Berbasis Gender (Gender-Based Violence/GBV)". Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami berbagai bentuk kekerasan berbasis gender yang dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, gereja, maupun komunitas pembinaan anak dan remaja.
Paparan materi juga menekankan pentingnya mengenali dampak psikologis kekerasan terhadap perkembangan anak serta peran strategis para pendidik dan pelayan anak dalam membangun lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Selain membahas konsep dan fenomena GBV, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi pencegahan melalui penguatan budaya yang menghargai martabat setiap individu, membangun relasi yang sehat, serta meningkatkan kepekaan dalam mengenali tanda-tanda kekerasan sejak dini.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas peserta, Gabriella juga memperkenalkan pendekatan Look, Listen, Link (3L) sebagai bentuk Dukungan Psikologis Awal (DPA). Pendekatan ini mengajarkan peserta untuk mengenali individu yang membutuhkan pertolongan, mendengarkan dengan empati tanpa menghakimi, serta menghubungkan korban dengan layanan psikologis, sosial, medis, maupun hukum yang sesuai.
Melalui pelatihan ini, para Guru Sekolah Minggu dan pelayan anak diharapkan memiliki kompetensi yang lebih komprehensif dalam melakukan pencegahan kekerasan berbasis gender, memberikan respons awal yang tepat terhadap kasus yang melibatkan anak dan remaja, serta menjadi agen perlindungan yang mampu menghadirkan pelayanan yang aman dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Partisipasi dosen Program Studi Psikologi Kristen FKIPK IAKN Toraja dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Kontribusi keilmuan yang diberikan tidak hanya memperkuat kapasitas para pelayan gereja, tetapi juga mempertegas komitmen IAKN Toraja dalam mendukung terciptanya ekosistem pendidikan dan pelayanan yang aman, inklusif, serta berorientasi pada perlindungan dan kesejahteraan psikologis anak.
Melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga, IAKN Toraja terus mendorong dosen untuk berkontribusi secara aktif dalam menjawab berbagai isu strategis di tengah masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam menghasilkan dampak nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan zaman serta berlandaskan nilai-nilai Kristiani.
Dokumentasi & Narasi : Gabriella
Editor : AR.