2026-09-30
#RisetDanInovasi
#KualitasPendidikanAgama
#PendidikanKeagamaan
#AstaProtas
Mengkendek, IAKN Toraja — Rangkaian International Conference on Christian and Religious Studies (ICCRS) Tahun 2026 yang diselenggarakan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja memasuki hari ketiga sekaligus penutupan pada Rabu (30/9/2026).
Konferensi internasional yang berlangsung selama tiga hari ini digelar secara hybrid, dengan kegiatan tatap muka di Gedung Aula Bukit Kasih IAKN Toraja dan partisipasi secara daring melalui Zoom Meeting. Forum ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan serta mendiskusikan isu-isu kontemporer dalam studi Kristen dan keagamaan.
Pada hari terakhir, Rev. Levi de Vasconcelos Pinto dari Centru Formação Teologia – Igreja Protestante iha Timor Lorosa'e, Timor Leste, tampil sebagai Pembicara Utama Ketiga. Dalam pemaparannya, Rev. Levi mengangkat tema “Education For A Sustainable and Harmonious World: The Contribution of The Humanities and Theology.” Materi tersebut menyoroti kontribusi bidang humaniora dan teologi dalam membangun pendidikan yang mendukung keberlanjutan serta kehidupan dunia yang harmonis.
Pembahasan mengenai pendidikan dan kontribusi teologi menjadi bagian penting dalam melihat peran pendidikan keagamaan di tengah berbagai tantangan global. Perspektif humaniora dan teologi ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman, nilai, dan sikap yang mendukung kehidupan bersama secara damai dan berkelanjutan.
Rangkaian sesi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia. Dr. Jeane Marie Tulung membawakan materi bertajuk “Fostering Future-Ready Faith: Sustainable Research and Christian Education in the Modern Era.” Materi ini membahas pentingnya penguatan penelitian berkelanjutan dan pendidikan Kristen yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Tema tersebut sekaligus mengajak peserta melihat kebutuhan pendidikan Kristen yang mampu mempersiapkan generasi menghadapi perubahan dan tantangan kehidupan modern, dengan tetap berakar pada nilai-nilai iman dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Kehadiran pembicara dari Timor Leste dan Kementerian Agama RI pada sesi terakhir memperkaya perspektif dalam ICCRS 2026. Pertukaran gagasan lintas negara dan lintas institusi menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat ruang dialog mengenai perkembangan studi Kristen dan keagamaan.
Selama tiga hari pelaksanaan, ICCRS 2026 menjadi ruang akademik bagi peserta untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring kerja sama dalam bidang penelitian dan pendidikan keagamaan.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada Rabu (30/9/2026), IAKN Toraja menutup ICCRS 2026 sebagai bagian dari komitmen untuk terus memperluas kolaborasi akademik dan menghadirkan ruang dialog internasional bagi pengembangan studi Kristen dan keagamaan.
Dokumentasi : Rusdin
Narasi : AR.
Editor Gambar : Ammi