Mengkendek, IAKN Toraja — Dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja kembali melaksanakan ibadah rutin yang digelar di Lobby Lantai 1 Gedung Rektorat IAKN Toraja, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kerohanian sekaligus ruang bersama bagi civitas akademika untuk memperkuat iman dan membangun kehidupan yang berlandaskan firman Tuhan.
Ibadah dipimpin oleh Dr. Herman Titting, M.Pd.K., dengan pembacaan firman Tuhan dari Yakobus 1:4-6. Dalam renungannya, Herman mengangkat tema tentang pentingnya doa dan pengharapan kepada Tuhan dalam menghadapi berbagai situasi serta tantangan kehidupan.
Herman menegaskan bahwa doa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang percaya. Doa bukan hanya sekadar permohonan yang disampaikan kepada Tuhan, tetapi menjadi wujud hubungan, komunikasi, dan ketergantungan manusia kepada-Nya. “Doa adalah nafas hidup orang yang percaya,”ujar Herman dalam penyampaian renungan firman Tuhan.
Pesan tersebut mengajak seluruh peserta ibadah untuk menjadikan doa sebagai kekuatan dalam menjalani kehidupan maupun melaksanakan tanggung jawab pelayanan. Dalam berbagai situasi, pengharapan kepada Tuhan menjadi dasar bagi setiap orang percaya untuk tetap teguh, sabar, dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
Di akhir rangkaian ibadah, Rektor IAKN Toraja, Prof. Dr. Agustinus, memberikan motivasi kepada seluruh pegawai (dosen dan tenaga kependidikan) untuk terus mengoptimalkan kinerja, termasuk dalam pelaksanaan Work From Anywhere (WFA).
Rektor menekankan bahwa WFA bukan berarti mengurangi tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan. Sebaliknya, fleksibilitas tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas kerja dengan tetap memastikan setiap tugas dapat diselesaikan secara tepat waktu dan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalitas dan integritas tetap harus dijaga dalam setiap situasi kerja. Fleksibilitas dalam bekerja perlu berjalan seiring dengan komitmen, disiplin, dan tanggung jawab terhadap tugas pelayanan di lingkungan IAKN Toraja.
Melalui ibadah rutin ini, dosen dan tenaga kependidikan IAKN Toraja diharapkan semakin dikuatkan dalam iman, memiliki pengharapan yang teguh, serta mampu menjalankan tugas pelayanan dan tanggung jawab dengan semangat, ketulusan, profesionalitas, dan integritas.
Bagi IAKN Toraja, penguatan spiritualitas menjadi bagian penting dalam membangun civitas yang tidak hanya unggul dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.