Mengkendek, IAKN Toraja — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja kembali melaksanakan Ibadah Akhir Pekan pada Kamis (17/9/2026). Ibadah yang berlangsung di Lobby Lantai 1 Gedung Rektorat IAKN Toraja tersebut dipimpin oleh Dr. Semuel Tokam, M.Th.
Dalam ibadah tersebut, Dr. Semuel Tokam menyampaikan Firman Tuhan dari Roma 14:1–12 dengan tema “Saling Menerima.” Melalui firman yang disampaikan, civitas akademika IAKN Toraja diajak untuk membangun kehidupan bersama yang dilandasi kasih, penerimaan, dan sikap tidak mudah menghakimi di tengah berbagai perbedaan.
Mengawali refleksinya, Dr. Semuel menekankan bahwa keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kampus. IAKN Toraja dihuni oleh orang-orang dengan beragam cara berpikir, karakter, suku, budaya, kebiasaan, maupun latar belakang sosial dan ekonomi. Perbedaan tersebut menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun jarak atau membedakan seseorang dengan yang lain. “Tuhan tidak memanggil kita untuk menyeragamkan semua orang, tetapi untuk hidup dalam kasih dan saling menerima,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam khotbah.
Mengacu pada Roma 14:1–12, mengingatkan kita untuk tidak menghakimi sesama berdasarkan perbedaan kebiasaan, pilihan, maupun tradisi. Sikap saling menerima menjadi penting agar perbedaan tidak berkembang menjadi prasangka dan penghakiman.
Selain menghindari sikap menghakimi orang lain, civitas akademika juga diajak untuk berhati-hati terhadap kecenderungan menghakimi diri sendiri. Cara seseorang menilai dirinya dapat memengaruhi cara ia melihat dan memperlakukan orang lain.
Dalam konteks kehidupan di lingkungan IAKN Toraja, setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, baik sebagai pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa. Namun, seluruh tugas dan pelayanan tersebut pada akhirnya dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Roma 14 mengingatkan bahwa baik dalam hidup maupun dalam kematian, manusia hidup untuk Tuhan. Karena itu, setiap pekerjaan dan pelayanan yang dilakukan di lingkungan kampus hendaknya menjadi bagian dari upaya memuliakan Tuhan.
Ibadah tersebut juga menjadi momentum refleksi terhadap pentingnya membangun kebersamaan melalui persekutuan di lingkungan kampus. Civitas akademika diajak untuk terus meningkatkan kehadiran dan keterlibatan dalam ibadah rutin sebagai ruang untuk mempererat hubungan dan membangun kehidupan bersama.
Menutup khotbahnya, Dr. Semuel mengajak seluruh civitas akademika IAKN Toraja untuk terus mengedepankan kasih dalam menjalankan tugas dan pelayanan. “Mari bekerja dan melayani di lembaga ini dengan saling mengasihi, menerima sesama sesuai kodrat kemanusiaannya, serta melakukan setiap pekerjaan tanpa pandang bulu untuk memuliakan nama Tuhan.”
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi civitas akademika IAKN Toraja untuk menjadikan keberagaman bukan sebagai sumber perpecahan, melainkan sebagai ruang untuk saling menerima, menghargai, dan bertumbuh bersama.
Dokumentasi : Rusdin
Naskah : AR.
Editor Gambar : Ammi