Mengkendek, IAKN Toraja — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja menggelar Sosialisasi Kebijakan Perencanaan dan Penganggaran Tahun Anggaran (TA.) 2027, Kamis (8/10/2026), di Aula Pascasarjana Lantai 3 IAKN Toraja.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yakni Wirawan, Doli Indra Marito Harahap, dan Jhon Nevry Damanik. Sementara dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI hadir Melda Ery Rusmawi.
Sosialisasi diikuti oleh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa IAKN Toraja. Turut hadir pada kegiatan ini, tim perencanaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana serta unsur terkait lainnya.
Mewakili panitia, Imelda Tandiarrang, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa perencanaan dan penganggaran merupakan tahapan penting untuk memastikan program dan kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, serta sesuai dengan prioritas institusi. Menurutnya, sosialisasi diperlukan untuk membangun pemahaman yang sama mengenai regulasi dan kebijakan terbaru dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran TA. 2027. Kehadiran Tim DJA Kementerian Keuangan diharapkan dapat memberikan informasi langsung sekaligus memperkuat kapasitas teknis para perencana, pengelola keuangan, dan pimpinan unit kerja. “Melalui kegiatan ini diharapkan peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai regulasi dan kebijakan perencanaan serta penganggaran TA. 2027, sekaligus mampu merancang program dan anggaran secara lebih tepat,” jelasnya.
Rektor IAKN Toraja, Prof. Dr. Agustinus, M.Th., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim DJA Kementerian Keuangan RI. Menurutnya, kehadiran tim dari DJA menjadi momentum penting bagi IAKN Toraja untuk memperkuat pemahaman dan praktik perencanaan serta penganggaran di lingkungan kampus.
Rektor menegaskan bahwa perencanaan dan penganggaran merupakan “jantung” operasional perguruan tinggi. Anggaran, menurutnya, tidak boleh dipandang sekadar sebagai deretan angka atau tabel, tetapi harus menjadi instrumen pelayanan yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat. “Anggaran bukan sekadar deretan angka atau tabel. Anggaran adalah wujud pelayanan agar dampaknya nyata dan dirasakan langsung oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat luas,” ujar Rektor.
Dalam pengelolaan anggaran, Rektor menekankan tiga hal utama. Pertama, berorientasi pada hasil dan manfaat, dengan memastikan setiap rupiah yang dianggarkan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas institusi, akreditasi, pembenahan program studi, serta peningkatan layanan akademik dan tata kelola perguruan tinggi. Kedua, memperkuat sinergi. Seluruh unit, fakultas, dan lembaga di lingkungan IAKN Toraja diharapkan dapat berjalan selaras dan saling mendukung dalam mencapai tujuan institusi. Ketiga, memperkuat akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi. Pengelolaan anggaran harus dilakukan secara tertib, efektif, akuntabel, serta diarahkan pada kebutuhan yang paling strategis sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain berbicara mengenai perencanaan dan penganggaran, Rektor juga menyoroti pentingnya pengembangan riset di lingkungan IAKN Toraja. Ia mendorong adanya kolaborasi riset internasional, namun tetap menempatkan riset berbasis kearifan lokal sebagai bagian penting dari pengembangan akademik. Menurutnya, penelitian mengenai budaya dan lokalitas Toraja memiliki nilai strategis, tidak hanya dalam menjaga dan mendokumentasikan kekayaan budaya, tetapi juga dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. “Kolaborasi riset internasional penting, tetapi riset berbasis kearifan lokal juga tidak boleh kita tinggalkan. Penelitian tentang budaya dan lokalitas Toraja dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Rektor berharap sosialisasi berlangsung dalam suasana terbuka, komunikatif, dan interaktif sehingga berbagai persoalan teknis maupun aspirasi dari unit kerja dapat dibahas secara langsung bersama narasumber.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi kebijakan perencanaan dan penganggaran TA 2027 oleh para narasumber dari DJA Kementerian Keuangan RI dan Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, yang dilanjutkan dengan diskusi serta sesi tanya jawab bersama peserta.
Melalui sosialisasi ini, IAKN Toraja diharapkan semakin siap menyusun perencanaan dan penganggaran TA 2027 secara lebih terarah, efektif, akuntabel, dan berorientasi pada hasil serta peningkatan mutu layanan perguruan tinggi.
Dokumentasi & Narasi : Rusdin
Editor Naskah : AR.
Editor Gambar : Ammi