Loading...
Jl. Poros Makale Makassar No.Km. 11, Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja, Sulawesi Selatan 91871

DETAIL BERITA

gambar detail berita

Harmonisasi Ekoteologi dan Moderasi Beragama: Mahasiswa KKN-T Lembang Pa'tengko Rawat Rumah Ibadah Melalui Aksi Ekologis

IAKN TORAJA
2026-07-30

Bagikan berita

Mengkendek, Humas IAKN Toraja — Semangat care for creation dan persaudaraan kemanusiaan diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) melalui aksi pembersihan rumah ibadah lintas keyakinan di Lembang Pa’tengko. Kegiatan yang berlangsung pada 18–30 Juli 2026 tersebut menjadi praktik nyata moderasi beragama sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Mahasiswa bersama warga, jemaat, dan jamaah setempat bergotong royong membersihkan sejumlah rumah ibadah, termasuk masjid dan gereja. Mereka merawat pelataran, membersihkan area sekitar tempat ibadah, serta menata lingkungan agar tetap bersih, asri, dan nyaman digunakan masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai aksi kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran ekoteologis. Rumah ibadah dipandang sebagai ruang bersama yang perlu dirawat dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari panggilan manusia untuk menjaga ciptaan.

Semangat tersebut semakin terlihat melalui pemanfaatan limbah dalam pembuatan peralatan kebersihan. Mahasiswa mengolah jeriken bekas menjadi serokan sampah dan memanfaatkan daun kelapa lokal untuk membuat sapu lidi. Peralatan tersebut kemudian dibagikan kepada masjid dan gereja di wilayah Lembang Pa’tengko.

Pemanfaatan bahan bekas ini menjadi bagian dari edukasi sederhana tentang ekonomi sirkular sekaligus mendorong masyarakat untuk melihat limbah sebagai material yang masih memiliki nilai guna. Aksi tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di tingkat komunitas.

Koordinator mahasiswa KKN-T Lembang Pa’tengko menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik temu yang mempererat hubungan antarumat beragama. “Moderasi beragama dan panggilan menjaga keutuhan ciptaan adalah dua sisi dari satu koin spiritualitas. Melalui daur ulang jeriken dan pembersihan tempat suci ini, kami merajut dialog karya antarumat beragama. Menjaga kebersihan masjid dan gereja adalah manifestasi nyata dari cinta kasih kosmis yang melampaui sekat-sekat dogmatis,” ungkapnya.

Aksi mahasiswa mendapat respons positif dari tokoh agama dan masyarakat Lembang Pa’tengko. Kolaborasi yang terbangun menunjukkan bahwa keberagaman keyakinan dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan kerja sama yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan KKN, aksi tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerjemahkan nilai moderasi beragama dan kepedulian ekologis ke dalam tindakan nyata. Mahasiswa tidak hanya berbicara tentang toleransi, tetapi hadir dan bekerja bersama masyarakat dalam merawat ruang-ruang yang digunakan bersama.

Melalui kegiatan tersebut, Lembang Pa’tengko menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap bumi dan persaudaraan lintas iman dapat berjalan beriringan. Merawat rumah ibadah, mengolah limbah, dan menjaga lingkungan menjadi tindakan sederhana yang sekaligus memperkuat kohesi sosial dan semangat hidup bersama.

 

 

 

 

 

 

 

Dokumentasi: Mah. KKNT
Narasi: Setblon
Editor: Rusdin & AR.