Mengkendek, Humas IAKN Toraja — Semangat cinta tanah air, kreativitas, dan persaudaraan bergema dalam Festival Musik “Merah Putih” Tahun 2026 yang diselenggarakan Program Studi Musik Gerejawi pada Fakultas Budaya dan Kepemimpinan Kristen (FBKK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja. Kegiatan berlangsung di Aula IAKN Toraja, Sabtu (29/08/2026), dengan mengusung tema “Cinta Tanah Air”.
Festival musik ini menghadirkan dua kategori perlombaan, yakni Lomba Solo tingkat SMA/SMK/sederajat dan Lomba Band. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan 23 peserta lomba solo dan 11 grup band yang tampil menunjukkan kemampuan vokal, musikalitas, kreativitas, serta kekompakan di hadapan dewan juri dan penonton.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAKN Toraja, Prof. Dr. Agustinus, M.Th., dan dihadiri jajaran pimpinan, diantaranya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Plt. Kepala Biro AUAK, Dekan dan Wakil Dekan FBKK, Ketua Jurusan Seni Budaya Keagamaan, Ketua Jurusan Ilmu Kepemimpinan Kristen, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) IAKN Toraja.
Festival Musik “Merah Putih” diselenggarakan sebagai ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengembangkan talenta, mengasah kreativitas, serta mengekspresikan diri melalui musik secara sehat dan produktif. Musik dipandang sebagai bahasa universal yang mampu mempertemukan berbagai latar belakang, menyuarakan pesan kemanusiaan, dan membangun empati.
Melalui festival ini, Program Studi Musik Gerejawi IAKN Toraja menghadirkan panggung yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan perjumpaan bagi generasi muda. Kompetisi musik menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri, sportivitas, kreativitas, dan semangat berkarya.
Tema “Cinta Tanah Air” menjadi pesan utama yang mewarnai festival tahun ini. Kecintaan terhadap Indonesia diterjemahkan melalui harmoni musik yang mengajak generasi muda merawat kerukunan, menghargai sesama, menjaga lingkungan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme yang humanis.
Penyelenggaraan festival ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Musik Gerejawi IAKN Toraja untuk secara konsisten menghadirkan kegiatan seni dan musik yang menjangkau masyarakat luas. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi program studi untuk memperkenalkan eksistensi, kapasitas akademik, dan kontribusinya dalam pengembangan ekosistem musik di tengah masyarakat.
Dalam suasana kompetitif yang tetap menjunjung tinggi sportivitas, para peserta menampilkan berbagai potensi terbaiknya. Penampilan peserta lomba solo dinilai oleh Habel Kombongkila’, M.Sn., Sri Ayu Siramba, S.Sn., dan Zet Sumbung, S.E. Sementara kategori lomba band dinilai oleh Andriano Mario P., S.Sn., M.A., Vernando Toding, M.Sn., dan Ardyanto Mangesa, S.Sn.
Setelah melalui proses penilaian, berikut para pemenang Lomba Solo:
Juara 1: Maydea Atrindah Londong — SMA Kristen Barana’
Juara 2: Yulianti Paonganan — SMAN 3 Tana Toraja
Juara 3: Jelita Pasobon — SMA Kristen Makale
Harapan 1: Joy Larany Manuela — SMA Kristen Makale
Harapan 2: Dwiven Chalista Humblelin — SMAN 1 Tana Toraja
Sementara itu, untuk kategori Lomba Band, penghargaan diberikan kepada:
Juara 1: Shymponix Nelchestra Band
Juara 2: Fivemajor
Juara 3: Justbeat
Harapan 1: OWL Band
Harapan 2: Braga Band
Keberhasilan pelaksanaan Festival Musik “Merah Putih” 2026 menjadi bukti bahwa ruang kreatif bagi generasi muda tetap penting untuk terus dihadirkan. Di tengah berbagai tantangan, kegiatan seni dapat menjadi sarana positif untuk membangun karakter, memperkuat solidaritas, dan menyalurkan energi generasi muda pada hal-hal yang produktif.
Melalui musik, Program Studi Musik Gerejawi IAKN Toraja juga ingin menyampaikan pesan bahwa keberagaman dapat dirayakan melalui harmoni. Nada dan irama menjadi bahasa bersama untuk merawat persaudaraan, memperkuat kerukunan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.
Dari panggung IAKN Toraja, harmoni “Cinta Tanah Air” dikumandangkan sebagai pesan persatuan, kreativitas, dan cinta kemanusiaan bagi Indonesia.
Dokumentasi : Prodi Musger
Narasi : AR.
Editor : Ammi